Mahaiswi asal Pekalongan diamankan kepolisian jogjakarta setelah kedapatan membunuh bayinya dan membawa jasad bayi tersebut dari Pekalongan sampai Jogja (9/2). Jasad bayi yang berjenis kelamin laki-laki tersebut diduga dari hasil hubungan diluar nikah.
Seperti yang telah dilangsir Tribunjogja, pelaku berinisial NBL (21) adalah salah satu mahasiswi semester 5 dari salah satu perguruan tinggi negri di Semarang. NBL sendiri adalah waga asli pekalongan.
Dari keterangan yang disampaikan kepada petugas, pelaku melakukan proses kelahiran bayinya sendiri, bayi tersebut adalah hasil hubungan intim yang dilakukan pelaku bersama kekasihnya. Bayi tersebut ia lahirkan pada hari jum’at (5/2) melalui persalinan sendiri tanpa dibantu orang lain.
 |
| Polisi Sedang Melihat TKP |
Karena bayi yang dilahirkan tersebut terus menangis, hal tersebutlah yang mengakibatkan pelaku menjadi panik, dan akhirnya pelaku membekap bayi tersebut dengan kain hingga bayi tersebut meninggal.
Setelah bayi tersebut meninggal pelaku membungkus jasad bayi tersebut kedalam kantong plastik. Yang aneh disini pelaku membawa bayi tersebut dari pekalongan, semarang, solo sampai jogja dengan menaruh kantong plastik berisi jasad bayi tersebut kedalam tas yang ia tumpuki dengan pakian dan ia bawa sampai jogja.
“pelaku membawa jasad bayi tersebut bersama saudaranya sampai jogja untuk berkunjung kerumah pamannya pada hari sabtu (6/2) atau lokasi TKP penemuan jasad bayi tersebut”, terang Kapolsek Mantrijeron, Kompol Totok Suwantoro.
Kemudian pada hari minggunya (7/2) pelaku mulai mencium bau busuk dari dalam tas yang ia bawa. Takut ketahuan akhirnya pelaku membuang bayi tersebut disamping rumah pamannya.
Akhirnya selasa (9/2) ketika pamannya tengah mebersikan halaman samping rumahnya, ia mendapati jasad bayi yang terbungkus kantong plastik dan melaporkannya kepada yang berwajib dan akhirnya pelaku diamankan.
“saat ini pelaku tengah dirawat RS Bhayangkara karena kondisinya yang kian memburuk pasca-melahirkan dan belum dapat perawatan”. Terangnya.
Sementara jasad bayi tersebut di Rumah sakit Sardjito Yogyakarta untuk di autopsi.