Masih ingat kan kasus pembunuhan terhadap seorang janda bernama Deudeuh Alfisharin yang akrab disapa Mpih alias Tata chubby? ya dia dibunuh oleh seorang pria langganannya di kamar kostnya sendiri di kawasan Tebet Timur Jakarta selatan. Meski si pembunuh sudah dibui, namun kisah misteri pasca dimakamkannya Deudeuh masih terus dibicarakan orang.
Setelah kejadian pembunuhan, sejumlah penghuni kos langsung kabur pindah ke tempat lain karena merasa tidak nyaman lagi tinggal di situ.
Surya (43) salah seorang penjaga kos menjelaskan, pada saat malam tiba suasana di dalam rumah kos begitu sepi, mencekam dan kerap terdengar suara-suara aneh. Suara aneh tersebut mirip dengan rintihan tangis dari kamar yang dulu dihuni mendiang Mpih.
 |
| Misteri Pasca Pembunuhan Tata Chubby |
"Saya jadi merinding kalau mendengar itu," katanya. Kemudian Surya melanjutkan, usai tewasnya Mpih ia pernah beberapa kali melihat bayangan hitam yang sesekali melintas, hilang dan masuk ke kamar yang dahulu dihuni oleh Mpih.
Rasa seram bukan hanya dirasakan oleh dirinya, bahkan seorang keponakan Surya yang masih balita juga kerap menangis dan tidak betah jika berlama-lama tinggal di kosan itu.
Usai ditemukan tewas mengenaskan, keesokan harinya Mpih di makamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Lebak Bukit Tengkorak di kawasan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.Samsuddin (63) seorang penggali kubur yang mengaku sudah bekerja selama 7 tahun, merasakan ada keganjilan ketika dirinya bersama rekannya menggali liang lahat untuk peristirahatan terakhir Mpih. Keanahen yang dimaksud adalah, tanah yang hendak digali dan digunakan untuk menguburkan janda bohay Mpih selelu basah dan keluar air terus menerus.
"Kejadian itu sungguh membuat kami panik dan merinding," kata Samsuddin.
Seorang ibu yang tinggal dekat lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Lebak Bukit Tengkorak di kawasan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, tempat dimakamkannya Deudeuh Alfisahrin, akrab disapa Mpih mengaku kerap mendengar suara aneh dan jeritan minta tolong dari kuburan janda anak satu tersebut.Suparti (35) sebut saja nama ibu paruh baya tersebut. Jeritan tangis dan teriakan minta tolong terdengar jelas dari makam Mpih. Suara-suara mengerikan tersebut kerap terdengar ketika malam tiba dan saat hujan rintik.Suparti melanjutkan, bahwa dirinya sudah 30 tahun mendiami kawasan di sekitar lokasi TPU Lebak Bukit Tengkorak. Selama 30 tahun mendiami kawasan pemakaman tersebut, ia sama sekali mengaku tidak pernah mendengar atau melihat kejadian aneh hingga dimakamkannya Deudeuh di tempat itu pada Minggu (12/4) hingga kini.
"Sudah 3 hari saya selalu dengar teriakan minta tolong," sambung Suparti. Selain mendengar jeritan tangis dan teriakan minta tolong dirinya juga mengaku ada sesosok orang yang mengetuk pintu rumahnya. Namun saat dibukakan pintu tidak ada satupun orang diluar rumah."Itu kejadiannya sekitar jam 3 malam," tandas Suparti.
berikut foto tempat kost Mpih, kuburannya dan foto semasa hidup beserta si pelaku pembunuhan ( dee)