Delapan Pendaki yang masih berstatus Pelajar asal SMAN 1 Jember dan SMAN 4 Jember yang dikabarkan hilang sejak Senin (8/2) sore akibat Terjebak Badai, akhirnya ditemukan selamat oleh TIM SAR gabungan BPBD Kab. Bondowoso dan Basarnas Jember, Jawa Timur Selasa (9/2) dini hari.
Saat dievakuasi mayoritas pendaki dalam kondisi lemas karena mengalami hipotermia akibat kedinginan yang luar biasa dan salah seorang pendaki mengalami luka di bagian kaki.
Kedelapan pendaki itu adalah Rico Septian, Alvian Novamka Napilin, Paratama Yudha Nugraha, Charlowyk Nicolas, Fandi Achmad M, Sulton A, Wahyu Nur Syahroni, serta seorang siswi Wildarani Nur R.
 |
| Kondisi 8 Pendaki Yang Hilang Baik-Baik saja |
Ketika melakukan pendakian pada hari Minggu (7/2) Siang, Kondisi cuaca Gunung Raung Normal, namun tak lama pendaki berjalan menuju puncak terjadi Kabut disertai gerimis, hingga membuat pakaianya basah, sehingga mengalami Hipotermia “waktu berangkat cuaca normal, terus ada kabut, gerimis dan hujan campur angin tidak berhenti henti sehingga baju basah dan sudah ganti tapi basah lagi sehingga berat dan tenda terpaksa ditinggal “Ungkap Wahyu Salah satu Pendaki yang selamat. Selasa (9/2)
“Mereka tersesat karena cuaca buruk di atas puncak gunung saat mereka turun, dan pendaki ini juga kehabisan bekal, serta salah satu pendaki ada yang sakit karena kedinginan,” Ungkap Salah satu anggota Badan SAR Nasional (Basarnas) Jember, Jefri.
Ia juga memaparkan, delapan pendaki yang tergabung dari Siswa Pecinta Alam (Sispala) SMA Kabupaten Jember ini kedinginnan karena sebelumnya terkena hujan dan badai di atas puncak Gunung Raung, yang memiliki ketinggian 3.222 meter dari permukaaan laut.
“Mereka kami temukan di Pondok Motor, perjalanan dari bawah sekitar enam jam, dan Tim SAR gabungan berangkat ke atas melakukan pencarian mulai Selasa pukul 00:00 WIB ,” kata Jefri.
Ia juga menjelaskan, para pendaki yang masih duduk di bangku kelas dua SMA Negeri 4 dan SMAN 1 Jember ini dievakuasi melalui jalur pendakian Pondok Motor di Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso.
“Kami evakuasi melalui jalur pondok motor, karena sebelumnya sejak Sabtu, 6 Februari lalu, para pendaki ini naik atau melakukan pendakian melalui jalur Pondok Motor ini,” ujarnya.
Sebelumnya, menurut Jefri, Basarnas Jember dan BPBD Bondowoso, serta BPBD Jember mendapatkan kabar jika delapan pendaki itu tersesat dan meminta bantuan kepada salah satu rekannya. Selanjutnya orangtua pendaki melaporkan ke BPBD Jember.
“Kami mendapatkan kabar Senin kemarin, dan kami bersama BPBD Jember dan BPBD Bondowoso, serta sejumlah pecinta alam (PA) langsung melakukan pencarian. Pengakuan dari pendaki, mereka berangkat hari Sabtu lalu dari Jember, dan mendaki pada Minggu kemarin melalui jalur Pondok Motor, Kecamatan Sumber Wringin,” katanya.
Menurut Wakasek Kesiswaan SMAN 01, Wiwik Astuti Ningsih mengatakan, Awalnya mendapatkan kabar melalui WhatsApp (WA) kalau Siswanya ada yang ikut pendakian di Gunung Raung diantaranya Yuda, Niko, Alfian dan Wahyu, namun pendakian tersebut dihari libur dan diluar kegiatan Extra dari sekolah